when the story never end~

a writing lesson (please don’t be laugh ya :p)

In Uncategorized on January 2, 2013 at 6:52 am

TOPIC

Government spend millions of dollars each year on their space programme. Most recently, Mars is the focus of the scientist’s attention. Some people think this money would be better spent on dealing with problems closer to home. Agree or disagree?

EXPLANATION

the Space is consist of billions kind of star, planet, meteor, and other celestial bodies. One of them is Earth which is place that occupied by billion organism such as human, plants, animals and so on. Earth have the air layer such as atmosfer, and magnetic field (magnetosfer) to cover the Earth Ground from the solar wind, ultraviolet light, and radiaton from outer space. Its composition make Earth is only planet that can give the existence to every kind of all things created by God to live the life.

Day by day many scientist in the Earth do the experiment to make a new discovery whether it in technology field or any other fields. So far the breakthrough that made by scientist having good utility for viability, but we cannot avoid the errors experiments also happen there and the result make bad impact to anything on earth.

Every path on the earth having its problems, start from tiny till the big problem, sometimes the state which is having its leader who have responsibility to handle the problem cannot get over it. there are many way that was used by but we know people have different way, different perception, different think, that is why problems cannot finished soon, many consideration that have to take and exactly all of it cannot aside by costs.

In other hands, another experiment is running, it is a Space Development Programme, the focus is Mars which have similiarity with Earth. Government via NASA have been running it programme since 1975 and succesfuly take a picture of it as reference until nowadays. Clearly we can see the programme have been running for a long time until now, but the progress is very slow even it could be said “failed”. The news about its programme cannot apart with “issue or rumour” because we cannot see the actual result.

As my explanation above, I disagree with the billions dollars cost that issued by government to develop space programme because many problems that must be fixed and many things on Earth must be developed. The Space Programme should be postponed after all of things on the Earth settled.

 

Zakia Vonna

Advertisements

sedikit cerita mengisi kesuntukan di warnet

In Short Stories, Uncategorized on December 10, 2012 at 2:46 pm

ini catatan memang tidak diniatkan sebelumnya, jadi harap maklum bagi para pembaca yang mendapatkan tulisan ini ngawur hoho.

ini tulisan, saya posting di Senin malam yang hujan, hujannya lebaaaat sekali. kebetulan saya harus mengirim email dimana jaringan di kost-an sedang lelet dan modem tak mau konek-konek, itu kenapa malam ini saya terdampar di warnet yang jaraknya kurang lebih 200 meter dari kost-an. sambil mengisi waktu (sebenarnya enggak mau rugi udah jalan kaki lumayan jauh) saya posting-lah tulisan yang tak tau bisa dihargakan berapa ini :p.

ngomong-ngomong tentang warnet, dulu awal mula saya ke warnet itu masa-masa SMA, masih happening yang namanya MIRC, Friendster, dan teman-teman mereka lainnya. memang tidak sesering teman-teman saya yang lain, hanya sesekali kalau tidak ada kerjaan & tidak banyak PR.

mulai ketika kuliah, dunia per-warneta-an makin saya geluti, awal kesemuanya karena memang diharuskan berhubungan dengan internet, browsing-browsing bahan kuliah, mengerjakan tugas, dsb hingga muncullah situs abadi sepanjang abad 21 yakni Facebook & Twitter. jejaring sosial tersebut semakin membuat saya dan warnet bak amplop & perangko, tak terpisahkan. pulang kuliah bisa berjam-jam, entah apa yang membuat saya betah padahal yang dilihat nyan-nyan chit (red. itu-itu juga) hoho. tapi itu juga tak berlangsung lama, sesekali kalau memang ada waktu saja.

dan hari ini saya kembali ke warnet, the place where i knew the world from another way, the place as media where i found many friends & you (may be) hehe :p

sepertinya hujan sudah sedikit mereda, jam juga sudah menunjukkan pukul 21.38 WIB. catatan ini juga akan berakhir dengan tanda titik tanpa huruf setelahnya. maaf catatannya kurang bermanfaat ya, tapi setidaknya bagi saya cukup untuk mengingat kembali masa-masa yang sudah lewat dulu.

selamat menikmati hujan yang turun.

dari warnet. salam,

Una.

Cerita Kita

In Short Stories, Uncategorized on December 7, 2012 at 11:18 am

kalau boleh sedikit kembali ke masa dulu, boleh lah saya bercerita sedikit tentang pengalaman hidup saya ketika mulai melangkahkan kaki ke kota itu, kota dimana cita-cita menjadi tumpuan & harapan menjadi instrumen kehidupan.

kota itu. dimulai dari saya dan 3 teman saya yang lain, Raihan, Desy, dan Delli meniatkan diri untuk mengikuti bimbingan belajar sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, entah kekuatan & dorongan dari mana, selama kurang lebih 3 bulan kami hidup bersama, menyewa kamar, belajar, berlelah letih menuju tempat belajar yang jaraknya harus ditempuh dengan jalan kaki 200 meter kemudian 2 kali naik angkutan kota (Labi-labi) dan berjalan kaki lagi 300 meter. kami senang, tidak ada keluhan, namun hasilnya berat badan saya & teman-teman menurun. sampai tiba waktu masa-masa persiapan saya jatuh sakit, tapi teman-teman yang baik hati rela mengantri dan mengurus hal-hal yang diperlukan untuk tes saya. kami mengambil Fakultas yang berbeda-beda, Hukum, MIPA, Pertanian, dan KIP. Alhamdulillah kami berempat lulus.

masa-masa kuliah memang menyita waktu, kami kemudian tinggal berpencar, sesekali bertemu hingga akhirnya saya dan Raihan tinggal bersama. saya dan Raihan memang sudah akrab dari sekolah dulu, dan kebetulan adiknya dan adik saya juga satu kelas hingga akhirnya kami berkumpul di rumah yang sama.

tidak banyak cerita yang akan saya tuliskan di sini, hanya satu ketika dalam minggu ini Raihan yang sudah selesai studinya memutuskan untuk kembali ke kota asal kami, ada rasa sedih yang tak terkira, saya kembali dibawa ke masa-masa yang saya ceritakan di atas tadi dimana kami menghabiskan waktu bersama-sama, membuat hal-hal konyol, memasak dan lain-lainnya walaupun sekarang satu persatu dari kami sudah memiliki tempat dan kesibukan yang berbeda-beda.

saat ini saya sudah bekerja di luar kota, Raihan akan memulai mencari kerja di kota asal, Desy yang sedang melanjutkan studi S2-nya, dan Delli yang masihharus berjuang dengan sidang akhirnya.

tidak terasa waktu berjalan dengan cepat, masih membekas di ingatan awal keberangkatan kami ke kota itu, saya memakai baju merah hati duduk di depan bersama Raihan, Delli dan Desy duduk di deretan belakang, dan saya tak bisa tidur karena hati terlalu senang.

Jum’at, 7 desember 2012

saya yang selalu tak bisa lepas dengan memori-memori dulu.

Mademoiselle Rauza

Simplicity is not a simple thing

perpuskecil.wordpress.com/

some books to share from my little library

My Book Reviews Corner

Tempat si Bookaholic berceloteh tentang buku, buku dan buku.

The Sagebrush Sea

Ramblings from a Cowboy-Girl.

View From Dar

My life in Dar es Salaam, Tanzania

Miftahul Khairy

photo work

thesyahran

Just another WordPress.com site

A Serene Scribe

my haven for writing, passions and general musings

The Kitchen Sink Too...

A blog on everything about everything

andrianika

I am Me not You or Them

Zakiul Fuady

visit my new blog at zakiul.com

Journal

Personal Blog

PicturedbyDesign | New York Fashion and Architecture

New York fashion and places. Updated daily.

rudolf vlček photography

photos, photos....and photos

Palm Beach County ... Naturally

Discovering our wonderful County!

Peg-o-Leg's Ramblings

You say you want an evolution...

japecake

HUMOR & POPULAR CULTURE & WORDS & AMPERSANDS